Kamis, 19 Januari 2012

Taqrib At Tahdzib


Kitab Taqrib At Tadzhib merupakan salah satu kitab  Biografi khusus tokoh-tokoh hadis kitab Sohih dan Sunah yang empat. Kitab ini ringkas sekali, pada kitab ini Ibnu Hajar Al Asqalany (w.852 H) meresume kitabnya sendiri “Tahdzib at Tahdzib menjadi seperenamnya. Kitab Tahdzib at Tahdzib Ibnu hajar (w. 852 H) disusun untuk meresume  kitab Tahdzib Al kamal karangan Al Mizzy ( w.742 H) dan Kitab Tahdzib Al kamal disusun untuk meresume Kitab  Al kamal fi Asma Ar Rijal karangan Al Hafidz Abdul Ghony bin Abdul wahid Al maqdisy al jamma’ily al Hambali (w.600 H).

Dalam Mukadimah Taqrib At Tahdzib disebutkan bahwa faktor dikarangnya kitab ini karena permintaan sebagian sahabatnya agar ia mengkhususkan pada kitab tersendiri menuls para rawi yang dibiografikan dalam Tahdzib At Tahdzib. Awalnya permintaan mereka tidak diterima. Kemudian setelah beliau melihat segi positif dibalik permintaan ini, ia menerimanya.


Dalam resume ini Ibnu Hajar melakukan langkah-langkah :

  1. 1. Disebutnya semua biograf yang terdapat pada Tahdzib At Tahdzib tidak dibatasinya hanya pada biografi para rawi kitab-kitab hadis yang enam seperti yang dilakukan oleh Adz Dzahabi dalam “Al Kasyif” sbagaimana ia susun biografi itu berdasar urutan yang dibuatnya sendiri pada “At Tahdzib”
  2.    Ditulisnya rumus-rumus yang pernah dicantumkan sendiri pada “Tahdzib At Tahdzib”. Bedanya ia berbeda dengan rumus Sunan yang empat jika rumus-rumus itu kebetulan sama. Pada At Tahdzib diberinya rumus ( ع ) dan pada kitab ini diberinya rumus ( عم  ). Seperti ditambahkannya satu rumus yang tdak terdapat  pada “At Tahdzib” yaitu kata-kata (تمييز ) / Tamyiz. Kata-kata ini isyarat untuk orang yang tidak mempunyai riwayat dalam kitab-kitab yang menadi pokok bahasan kitab itu. 
  3.     Dalam mukaddimah disebutkannya urutan para rawi. Dibatasinya mereka menjadi dua belas tingkat. Disebutnya lafadz-lafadz al Jarh wa at ta’dil yang masing-masing mempunyai lawan kata. Bagi perujuk kitab ini hendaknya memperhatikan tingkatan-tingkatan ini dan lafadz-lafadz lawannya sehingga tidak keliru. Karena mungkin saja, sebagian istilah digunakannya terminology khusus pada kitab ini. 
  4.      Dalam mukaddimah kitab itu disebutkan juga thobaqat para rawi yang biografinya ditulis dibuat dua belas thobaqot juga. Sebelum merujuk (menggunakan) kitab ini selayaknya diketahui thobaqot-thobaqot tersebut hingga perujuk dapat mengetahui terminologi khusus versi Ibnu Hajar dalam kitab ini.
  5.     Pada resume ini, ditambahkannya satu pasal di akhir kitab yang berhubungan dengan penjelasan kaum wanita shohabiyah yang masih samar berdasarkan urutan orang yang meriwayatkan dari mereka pria atau wanita.


    Kitab ini cukup memadai bagi penuntut pemula dalam disiplin ilmu ini, terutama mengenai pokok bahasan cara menilai seseorang dari segi al Jarh wa at Ta’dil. Kepada perujuk ditawarkannya kata-kata singkat dan padat. Secara khusus dilihat bahwa ia tidak menyebut guru, atau murid maupun bagi rawi yang biografinya ditulis, karena alasan seperti dijelaskan dimuka. Mungkin juga kitab Al kasyif Dzahabi dan kitab Al Khulasot Al khojroji berbeda dengan kitab At Taqrib dalam segi ini. Wallahua’lam. 

Oleh ; Muhammad Muallif

Rujukan :

1.    Taqrib At Tahdzib, Ibnu Hajar Al Astqalani, Darul Hadis, 1430 H/2009 M
2.    Ushul At Takhrij Wa Dirasatul Asanid, Prof. Dr. Mahmud Al Thohhan,Al jamiah al Amrikiyah Al maftuhah, 1425 H/2005 M

Poskan Komentar