Profilku


Assalamu'alikum.wr.wb. 

Saya adalah manusia biasa yang menjadi hamba Allah yang memiliki banyak kekurangan termasuk orang yang sangat faqir terhadap rahmat Allah, 

Saya adalah orang yang dari kecil ditempa dengan bimbingan dasar-dasar ilmu-ilmu agama langsung dari orang tua khusunya Ayahanda  tercinta, kemudian dibesarkan di dunia pesantren walaupun dengan perjuangan yang tidak ringan karena tidak didukung dengan biaya. 

Saya pernah nyantri di pesantrennya Bapak Ky, Rohmat Al Hafidz dan pernah juga di Jawa Tengah di pesantrennya Bapak KH. Mukhtarudin Al Hafdiz, sempat ke Jawa Timur, terus merantau ke Jakarta untuk menimba Ilmu di  Institut PTIQ  Jakarta, Fakultas Syariah Program Tahfidz Penuh selama empat tahun, Kemudian murih Ilmu dengan para Ulama  dan para Profesor di PKU MUI DKI selama dua tahun, sampai saat inipun  masih aktif dalam kegiatan belajar dan mengajar serta menambah ilmu, mudah-mudahan sampai akhir hayat. 


Ada yang selalu menjadi pemikiranku, ketika aku terlahir kedunia ini, ketika mengenal berbagai macam warna-warni sisi kehidupan manusia dan berbagai latar belakangnya serta perbedaan yang timbul dalam kehidupan manusia. Tidak hanya dalam satu warna kehidupan makhluk manusia perbedaan itu pasti ada, dalam kehidupan beragamapun perbedaan itu akan selalu muncul.

Perbedaan pendapat, pertikaian apalagi pertarungan pemikiran yang terjadi di dalam tubuh ummat Islam akan berakibat tidak hanya dalam wilayah pemikiran, diskusi dan wacana saja namun juga berakibat pada adanya perpecahan dan pertikaian yang terjadi dalam semua sisi kehidupan Ummtat Islam.

Kalau kita pelajari sebab munculnya berbagai macam perbedaan yang menyebabkan pertikaian, di kalangan Ummt Islam, maka hal itu sungguh akan banyak sekali menyita pemikiran, dan menguras energi baik ulama ataupun Ummat,  yang seharusnya Ummat Lebih di arahkan dan Fokus untuk menggarap hal-hal yang paling di butuhkan Ummat Islam saat ini dalam kaca mata Global. Namun Ummat disibukkan dengan problem di dalam dirinya sendiri yang tidak pernah terselesaikan, masalah-masalah yang sudah di bahas dari sejak dahulu kala selalu diulang-ulang untuk di pertentangkan dan tidak pernah mampu untuk diselesaikan oleh Ummat. Ummat Masih mempertentangkan problem-problem masa lalu tanpa punya kesempatan membahas dan mendiskusikan problem-problem yang sedang dan akan  di hadapi Ummt Islam Untuk menatap masa depannya di hadapan musuh-mushnya yang Nyata. Sebuah PR yang berat bagi Umat Islam yang harus segera diselesaikan.

Perbedaan pendapat dan pemikiran adalah suatu keniscayaan, sehingga bisa menjadi rahmat, namun ketika kita tidak pandai untuk menyikapinya maka hal itu merupakan kehancuran dan kekacauan dalam Ummat. saling mengkritisi adalah sesuatu yang mesti terjadi namun harus di dasari sifat obyektif dan proporsional,  tidak hanya saling mencari kesalahan tokoh masing-masing, sehingga ketika setiap tokoh memiliki kelemahan itu dijadikan untuk membodohi yang  lain agar tidak melihat pendapatnya pada sisi yang lain.

Setiap tokoh memiliki kelebihan dan kekurangan, dan sikap yang baik adalah mempelajari semua sisi pemikirannya secara komprehensif dan jujur dengan mengungkapkan sisi kelebihannya dan sisi kekurangannya. Tentunya sisi baiknya bisa diterima namun sisi yang tidak disetujui boleh untuk berbeda pendapat dengannya. 

Itulah realitas yang terjadi di dalam tubuh ummat Islam dan kita dituntut untuk bersikap adil,Obyektif, dan bijak serta tidak mudah terpancing dan terseret-seret dalam pertikaian tanpa jelas tujuan dan solusinya, tentunya  dengan mengedepankan sikap dewasa dan pandangan lebih luas serta rasa toleransi apalagi di antara sesama Ummat Islam. 

Berkenaan dengan perlunya persatuan dalam berpedaan di antara Ummat Islam dengan adanya sikap saling menghargai berbagai pendapat dan meminalisir sikap ananiyah atau merasa paling benar sendiri, Allah SWT berfirman :

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (An Nahl (16) : 125)


الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الإثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

Artinya : “(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.”(An Najm (53) : 32)

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Artinya : “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.”(An Nisa (4) : 115)

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya :”Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”(Al Anfal (8) 46)

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ *إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأمْلأنَّ  جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Artinya : “Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.”(Hud (11) : 118-119)

TASWIYATUL MANHAJ YANG SANGAT DIPERLUKAN UMMAT ISLAM SAAT INI DARI KELOMPOK MANAPUN :
  1. Perbedaan pendapat yang terjadi dikalangan umat Islam merupakan sesuatu yang wajar, sebagai konsekwensi dari pranata ijtihad yang memungkinkan terjadinya perbedaan.
  2. Sikap yang merasa hanya pendapatnya sendiri yang paling benar serta cenderung menyalahkan pendapat  lain dan menolak dialog, merupakan sikap yang bertentangan dengan prinsip toleransi (tasamuh) dan sikap tersebut merupakan ananiyah (egoisme) dan ashabiyyah hizbiyyah (fanatisme kelompok) yang berpotensi mengakibatkan saling permusuhan (al 'adawah), pertentangan (al tanazu') dan perpecahan (al Insyiqaq).
  3. Dimungkinkannya perbedaan pendapat dikalangan Ummat Islam harus tidak diartikan sebagai kebebasan tanpa batas (bila hudud wa bila dlawabit).
  4. Perbedaan yang dapat ditoleransi adalah perbedaan yang berada di dalam majal al ikhtilaf (wilayah perbedaan). Sedangkan perbedaan yang berada diluar majal al ikhtilaf tidak dikatagorikan sebagai perbedaan , melainkan sebagai penyimpangan, seperti munculnya perbedaan yang sudah pasti (ma'lum minaddin bi al dlarurah).
  5. Dalam menyikapi masalah-masalah perbedaan yang masuk dalam majal al ikhtilaf sebaiknya diupayakan dengan jalan mencari titik temu untuk keluar dari perbedaan (khuruj min al Khilaf) dan semaksimal mingkin menemukan persamaan.
  6. Majal al Ikhtilaf adalah suatu wilayah pemikiran yang masih berada dalam koridor ma ana 'alaihi wa ashabi, yaitu faham keagamaan ahlussunnah wal jama'ah dalam pengertian luas.
Apa yang aku tulis merupakan cacatan-catatn pengembaraan ilmiahku. catatan-catatanku ini bukanlah merupakan sesuatu yang levelnya setara dengan fatwa ulama apalagi merupakan ijtihad seorang mujtahid, sesuatu yang jauh api dari panggang, sangat jauh sekali. Apapun yang saya tulis atau saya kutip apabila itu benar merupakan petunjuk dari Allah namun apabila salah itu merupakan kebodohan dan kesalahanku.

Oleh karena itu tangapan dan kritikan serta saran dari teman-teman sangat berguna bagi kami dalam menggapai kebenaran.

Saya punya  obsesi untuk ikut berkiprah di dunia dakwah, pendidikan dan keilmuan. mudah-mudahan blog ini bermanfaat. Apabila ada kekeliruan dalam blog ini mohon masukan, saran dan krtikan yang membangun. bila ada kritik dan saran silahkan kirim ke  E-mail : mukhalip@gmail.com

wasalammu a'laikum wr.wb.