Senin, 09 Januari 2012

Buya HAMKA


Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA, lahir di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981) adalah ulama besar, sastrawan sekaligus negarawan. Beliau diberi sebutan Buya, sebagai panggilan orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayahku, atau seseorang yang dihormati.
Saya termasuk yang suka membaca buku-buku beliau ketika dari masih sekolah menengah sampai sekarang, dari mulai Dibawah lindungan Ka'bah, Tenggelamnya kapal Fanderwijk, Tasawuf Modern, Sejarah Ummat Islam, Tafsir Al Azhar DLL.

Buya Hamka bukan hanya dikenal di Indonesia tetapi juga di negeri-negeri Muslim seantero Asia Tenggara bahkan dunia. Beliau pernah mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Univ. Al-Azhar tahun 1958 dan Univ. Kebangsaan Malaysia tahun 1974. Tanggal 10 November 2011 akhirnya pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan kepada Buya Hamka.
Seseorang sekaliber Hamka sempat bagai terasing di negeri sendiri, peran besarnya dalam perjuangan merebut dan mengisi kemerdekaan bangsa ini seolah tidak diakui oleh bangsanya sendiri. Barangkali karena fatwa haram mengikuti Natal bersama yang dikeluarkan MUI ketika dibawah kepemimpinan beliau yang waktu itu membuat berang penguasa. Hamka memilih mundur daripada harus mencabut fatwa tersebut.
Tanggal 8 November 2011, setelah lebih dari 30 tahun semenjak beliau wafat, akhirnya Hamka diberi gelar pahlawan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Poskan Komentar