Senin, 09 Januari 2012

Tafsir Al Azhar

Tafsir Al Azhar merupakan karya utama dan terbesar Prof. Dr. Hamka di antara 115 karyanya di bidang sastra, sejarah, tasawuf dan agama. Mulai ditulis Hamka sejak menjelang tahun 1960, Tafsir Al Azhar ini diselesaikannya lengkap tiga puluh juz ketika penulis berada dalam tahanan pemerintahan rejim Soekarno. Tahanan penjara terhadap pengarang dengan tuduhan melakukan kegiatan subversi terhadap pemerintah tanpa pernah dibuktikan secara hukum, memberikan hikmah amat besar dengan terselesaikannya karya besar ini.

Tafsir ini memang tidak disusun terlalu tinggi, sehingga yang dapat memahaminya tidak hanya para ulama, juga tidak terlalu rendah, sehingga menjemukan. Ini sesuai dengan keragaman penghayatan dan kemampuan kepahaman masyarakat Islam yang amat majemuk. Tafsir Al Azhar disusun tanpa membawakan pertikaian mazhab-mazhab fiqih. Penulis berusaha tidak ta'ashub kepada suatu faham mazhab tertentu, dan sedaya upaya menguraikan maksud ayat dan memberi kesempatan orang buat berpikir.


"Dan untuk masyarakat Indonesia yang sedang berkembang ia merupakan tiang penyangga. Ia mengharap agar masyarakat Indonesia menjadi masyarakat Islam, masyarakat yang aman, damai dan modern di bawah lindungan Ka'bah."
(Prof. Dr. James Rush, guru besar sejarah, Universitas Yale, A.S.)

Penulis

Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)
Penerbit

Pustaka Panjimas, Jakarta
Cetakan

Keempat, September 1984
Jilid

29 jilid, Softcover

Poskan Komentar