Sabtu, 19 Maret 2016

Shalat Gerhana Matahari dengan Siir dan Khutbahnya 2 Kali


Mengenai ada pertanyaan : Tanya Ustadz: 
1. Kalau dibaca JAHR shalatnya SAH atau tidak? 
2. Kalau khutbahnya cuma satu kali boleh tidak? 
Syukron. 


Jawaban : Imam An Nawawi menjelaskan : sunahnya adalah mengeraskan bacaan pada gerhana Bulan dan memelankan bacaan pada shalat gerhana Matahari (maksudnya imam jika berjamaah) berdasarkan Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas Beliau bersabda : " Terjadi gerhana Matahari pada masa Rasulullah SAW, maka beliau berdiri lalu shalat, maka aku berdiri disamping beliau dan aku tidak mendengar bacaan beliau " dan juga hadir riwayat aL Baihaqi dengan makna yg sama. As Syafii, Al Baihaqi dan sahabat2 kami( ulama Syafiiyah) berhujjah bahwa bacaan shalat gerhana matajari adalah pelan dengan hadis Ibnu Abbas "Sabda Nabi SAW :"berdiri yang lama kira2 membaca surat Al Baqarah" ( riwayat Ahmad, Abu Ya'la, dan Al Baihaqi). Dan juga hadir riwayat At Turmudzi : " dengan sanad sahih dari samurah, beliau berkata " Nabi sAW shalat dengan kami dalam gerhana matahari dan kami tidak mendengar suara " At Turmudzi berkata " hadis hasan sahih ( dan disahihkan juga oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim dan beliau berkata "hadis ini memenuhi syarat bukhari Muslim wallohu a'lam). 

Mengenai khutbah dua kali : nas2 dari Imam Syafii dan teman2nya (ulama syafiiyah) sepakat sunahnya 2 Khutbah setelah shalat gerhana dan ke-2 anya sunnah bukan merupakan syarat sahnya shalat. " Caranya sama seperti 2 khutbah Jumat baik syarat dan rukunnya. Baik shalatnya berjamaah di kota atau kampung, atau musafir yg shalat dilapangan atau dihutan, dan tidak berkhutbah jika sahalatnya sendirian. " Memang Madzhab Syafii mensunahkan khutbah 2 kali dan ini pula pendapat mayoritas ulama2 salaf dan ibnu Al Mundiri menukil dari Jumhur, dalilnya adalah hadis2 sahih riwayat Bukhari Muslim". Imam Malik, Abu Hanifah, Abu Yusuf, Imam Ahmad Dalam salah satu riwayat berpendapat tidak disyariatkan khutbah.

.jadi kalau khutbah 1 kali saya belum menemukan rujukannya namun kalau menurut madzhab Syafii itu sunnah bukan syarat sahnya shalat..jadi shalatnya sah, tapi kalau khutbah 1 kali mungkin bagi yg berpendapat 2 kali tidak memenuhi syarat dan rukun khutbah.. Tapi ada juga tulisan sayyid sabiq menjelaskan dengan singkat "boleh mengeraskan bacaan dan membaca pelan kecuali Al Bukhari mengatakan " Bahwa yang membaca keras yang lebih sahih" (Fiqhus Sunnah) namun bolehnya tidak dijelaskan mengutip pendapat siapa dan tidak dijelaskan secara rinci perkataan Imam Bukhari apakah yg dimaksud mengeraskan pada shalat gerhana matahari atau Bulan." Dan mengenai Bacaannya itupun hukumnya sunah bagi yg beropendapat dibaca sirr. (Rujukan Fiqih Sunnah Karya sayyid sabiq, ,Kifataul Akhyar karya Imam Taqiyuddin Al Husaini Asy Syafii dan Al Majmu' syarah Muhadzab karya Imam An Nanawi)

Lanjutan " ada juga pendapat yang mengatakan shalat gerhana matahari bacaannya keras berdasar hadis riwayat Ibnu Abi Syaibah ( tapi hadis ini dhoif) ada juga hadis dari Aisyah RA : riwayat turmudzi yg dijadikan hujjah oleh Imam Ahmad Dan Ishaq (dinilai sahih) namun Abu Amr mengatakan : salah satu rawi sufyan bin Al Hasan bukan orang yang kuat dijadikan hujjah " ulama2 ini berhujjah dengan Kiyas, dikiyaskan dengan shalat sunah siang hari yg berjamaah yaitu shalat I'd dan Istisqo'. (Bidayatul Mujtahid Karya Ibnu Rusyd)..silahkan memilih salah satunya kalau mampu mentarjih..Bogor, 9/03/2016, Oleh : Alip.
Poskan Komentar