Kamis, 10 Mei 2012

Kitab Taqrib & Kitab2 Ulumul Hadis


Salah satu kitab yang di tulis Imam An Nawawi (631 H – 14 Rajab 676 H) dalam bidang ‘Ulumul Hadits adalah Al Taqrib wa Al Taisir Li Ma’rifati Sunan Al Basyir al Nazir. Dalam mukadimah Kitab tersebut beliau menjelaskan bahwa “ ilmu  Hadis merupakan medium paling optimal untuk mempercepat proses pendekatan diri kepada Allah SWT. Mengingat bahwa ilmu ini merupakan sarana utuk mengenal lebih jauh tata hidup manusia Agung, Muhammad SAW, secara detail.”

Kitab ini merupakan ringkasan penulis dari kitab Al Irsyad, sedangkan kitab Al Irsyad sendiri juga hasil ringkasan dari kitab ‘Ulumul Hadis, karya seorang  Ahli Hadis Besar yang memperoleh gelar Hafidzul Hadits, Abu ‘Amr ‘Utsman bin ‘Abd al Rahman. Tokoh yang lebih popular dengan Ibnu Shalah (w.643 H).

Dalam pembahasan kitab tersebut Imam Nawawi berupaya untuk menyajikan pembahasan dengan metode yang paling praktis, tanpa mengurangi dan merusak tjuan penulisannya. Materi yang ditampilkan diusahakan dengan menggunakan pendekatan yang paling mudah dicerna, namun tetap memperhatikan cakupan lingkup pembahasan.


kitab Al Taqrib nya Imam Nawawi Juga sudah banyak yang mensyarahnya di antaranya Adalah Tadribur Rawi Karya Imam As Suyuthi.    

Sebelum masa Imam Nawawi menulis kitab tersebut memang masa puncak perkembangan Ilmu Hadis terjadi pada masa Ibnu Shalah (w. 643 H) dengan karyanya yang monumental yaitu ‘Ulumul Hadits atau lebih dikenal dengan Mukaddimah Ibnu Shalah, yang telah menarik para ulama setelahnya untuk membahasnya baik dalam bentuk Ikhtisar, Syarah, Nadzam dan Mu’aradlah, tidak kurang dari 33 kitab dan diantaranya adalah Al Taqrib nya Imam An Nawawi tersebut.


Sebelum Ibnu Shalah tercacat ulama yang menyusun kitab dalam ilmu Hadis  adalah Al Miyanji (w. 580 H) denga karyanya Ma La Yasa’ Al Muhaddis Jahluhu. Dan sebelumnya lagi Al Qadli ‘Iyadh al Yahshubi (w.544 H) yang menulis kitab tentang periwayatan hadis dengan nama : “ Al Ilma Fi Dhabt al Riwayah wa Taqyid al Sama’.  Dan ulama sebelumnya yang juga menulis hampir semua pembahasan dalam disiplin ilmu ini secara baik dan mendalam adalah Al Khatib Al Bagdadi (w. 463 H) dengan nama kitabnya Al kifayah Fi ‘Ilmi al Riwayah dan Al Jami’ Baina Akhlak al Rawi wa Adab al Sami’. Kalau ditelusuri sebelumnya lagi adalah Abu Nu’aim al Isfahani (w. 430 H ) dengan judul Al Mustakhraj ‘ala Ma’rifah ‘Ulum al Hadits, yang sebenarnya kitab tersebut adalah melengkapi karya dari Imam Al Hakim al Naisapuri (w. 405 H) yaitu Ma’rifah ‘Ulum Al Hadits. Dan Ahli hadis yang pertama kali menyusun kitab khusus dalam disiplin ilmu ini adalah Ramahurmudzi (w. 360 H) dengan kitabnya Al Muhaddis al Fashil baina al Rawi wa Al Wa'i.

Sebelum itu para ulama belum menyusun secara khusus pembahasan ilmu Hadis, pembahasan ilmu hadis masih bercampur dengan pembahasan ilmu lain seperti Imam Syafi’I (w.204 H) yang menyelipkan pembahasan ilmu hadis dalam pembahasan Fiqih dan Ushul Fiqih bisa di lihat dalam Al Umm dan Ar Risalah.


Itulah perkembangan munculnya kitab-kitab tentang 'Ulumul hadis yang menjadi rujukan para penulis masa kini dan tidak bisa lepas darinya. 

Pada masa-masa awal perkembangan Ilmu hadis, ilmu hadis hanya disampaikan dan di bahas melalui media lisan dan tulisan namun belum dibukukan secara utuh. Jadi Ilmu hadis sebenarnya termasuk disiplin ilmu yang baru muncul kemudian dalam Islam sama seperti Ilmu-ilmu yang lain misalnya Ilmu Tafsir, Fiqih, Ushul Fiqih, Ilmu Bahasa dan lain lain.

Masing terbuka lahan yang luas untuk mengkaji lebih luas serta melengkapi apa yang sudah di perjuangan dengan susah payah oleh para ulama terdahulu dan kalau mampu  mengkritisi serta menguji ulang metode dan keakuratan ilmu hadis bagi para pemerhati dan peneliti. Wallahu a’lam. (Ditulis setelah selesai membaca buku Al Taqribnya Imam An Nawawi).


Cirebon, 11 Mei 2012
Oleh : Al Faqir Ila Rahmatillah  

Poskan Komentar