Jumat, 12 Oktober 2012

MUHAMMAD SAW DIMATA ALLAH & MANUSIA


Sejarah telah mencatat dengan tinta emas akan Keagungan manusia pilihan ini, Muhammad SAW tidak hanya diakui Kagungannya oleh kawan-kawannya namun lawan-lawannya pun mengakuinya, kecuali hanya orang-orang yang buta mata batinnya serta tidak lurus akalnya saja yang tidak mampu melihatnya.

KESAKSIAN ALLAH SWT

Untuk membuktikan bagaimana keagungan Akhlak Nabi Muhammad SAW sehingga beliau menjadi idola dan tauladan bagi manusia sesudahnya, tidak hanya menyebutkan kesaksian-kesaksian dari fakta sejarah yang tidak mungkin diingkari, namun cukuplah bagi saya penjelasan Allah SWT sendiri yang memuji dan menjelaskan tentang kegungan Akhlak beliau :
Allah SWT berfirman :

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad ) benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Al Qalam : 4 )

Allah SWT berfirman :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah (Muhammad) itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(Al Ahzab : 21)

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul (Muhammad) dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.(At Taubah : 128)


مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى*وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى*إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى
“kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru,* dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya.* Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),(An Najm : 2-4)

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.(Ali Imran : 144)

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(Al Ahzab : 40)

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ

“Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang hak dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.(Muhammad : 2)

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.(Al Fath : 29)

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".(As Shaff : 6)

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.(Ali Imran : 159)

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.(Ali Imran : 164)

KESAKSIAN AHLI-AHLI SEJARAH DAN NON MUSLIM

Muhammad SAW adalah sosok Nabi yang menjadi anutan Ummat Islam, oleh karena itu beliau sangat dimuliakan sekali oleh para pengikutnya, jadi saya tidak perlu menampilkan kesaksian-kesaksian dari Orang-Orang Muslim.

Sebagai bukti kesaksian sebagian orang-orang non muslim dan ahli sejarah terhadap sosok manusia pilihan ini bisa kita lihat umpamanya pada komentar-omentar mereka :

Michael H. Hart dalam bukunya yang sangat terkenal “ The 100, a Ranking of The Most Influential Person in History” yang diterjemahkan menjadi “ 100 tokoh Yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah” yang menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai orang Nomor 1, mengatakan :

 "Dapatlah kita saksikan penaklukan yang dilakukan Bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah Ummat Manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.”

Ahli sejarah seperti SEDELIOUT mengatakan :

“Dari kecilnya sampai dia dewasa, adalah Muhammad itu seorang manusia yang paling besar kesopanannya, pemaaf, pandai menjawab pertanyaan orang, perkataannya lancar dan dapat dipegang, jauh daripada keji dan termasyhur didalam kaumnya dengan nama Al amin, artinya yang dapat dipercaya. Meskipun dia seorang ummi (tidak pandai tulis baca), namun akalnya sangat cerdas, pendapatnya sangat jitu, mukanya selalu manis, banyak diam daripada berkata, mudah bergaul. Di dalam mempertahankan kebenaran, sama baginya antara orang yang jauh dengan orang yang dekat dengannya. Sayang kepada orang-orang miskin, tidak melalaikan orang fakir, tidak gentar kepada orang yang berkuasa lantaran kekuasaannya. Dia dapat mengumpulkan dan mempersatukan sahabat-sahabatnya, sabar berhadapan dengan mereka itu. Kalau ada sahabatnya tidak datang, dia sendiri mencarinya. Dia duduk ditikar bersama-sama dengan mereka, terompahnya dijahitnya sendiri, dia menambal bajunya sendiri, dia memerah sendiri susu kambingnya.”

Henri Du Castries mengatakan :

“Oleh sebab itu tidaklah dapat kita ingkari bagaimana kuatnya iman Muhammad sejak masa mudanya dan bagaimana pula ikhlas hatinya. Dan iman itu tidak goyah sedikit juga pada kehidupan kedua. Kemenangan-kemenangan yang didapatinya, semuanya telah menambah keteguhan keyakinannya. I’tikad yang telah melanjut tinggi, yang tidak ada cacat celanya sedikitpun. Beberapa tuduhan yang mengatakan bahwa haluan hidupnya di bagian yang kedua itu telah berubah lantaran mendapat kemenangan dan kemegahan dunia, sekali-kali tidaklah beralasan. Meskipun demikian kebesaran yang telah didapatinya, sekali-kali dia tidak terperdaya oleh perhiasan dunia, tidak pula menyebabkan dia bakhil, jauh sekali dari pada tamak. Dia dapat mencari pangkat yang setinggi-tingginya diseluruh negeri Arab, kalau mau, tetapi seklai-kali tidak ada maksud hendak mencari itu, sehingga tidak ada pengawal dan pengiring, dia tidak berwazir dan tidak memiliki penjaga. Dipandangnya rendah saja harta benda dan kebesaran. Sudah sampai sekian tinggi kekuasaaanya, namun tidak ada alamat kebesaran itu selain dari pada sebentuk cincin yang bertuliskan “Muhammad Rasul Allah.” 

Muhammad melawan agama berhala dengan kekuatan yang teguh sepanjang hidupnya, dengan tidak mundur sedikitpun. Tuhan hanya satu, bukannya dia mundur sebagaimana mundurnya Raja Romawi “Emperor Constantin”. Imannya selalu teguh. Tidak berkisar selangkahpun, tidak surut setapakpun, kesudahannya sebagamana permulaannya juga. Kalau sekiranya ditengah perjalanan dia ragu atas kebenaran kerasulannya, sebagaimana disangka oleh kebanyakan orang, maka keteguhan hatinya di dalam menghadapi tap-tiap kesulitan dan bahaya itu, sudah cukup menjadi bukti bahwa dia memang seorang Rasul. Orang yang ingkar atas kebenaran Muhammad itu sendiri, tidak dapat mengingkari bahwa sampai nyawanya bercerai dengan badannya, namun Muhammad tetap seorang yang teguh pada pendiriannya. Dia menutup mata setelah cukup dilakukannya kewajibannya.

Bacalah tarikh-tarikh bangsa Arab sendiri, tidak satupun yang berselisih, satu ujudnya, satu isinya, mengatakan sampai mati, Muhammad itu tetap seorang Rasulullah besar. Kebenaran keterangan ahli-ahli tarikh itu tidak dapat ditolak lagi, kalau sekiranya kita di dalam menyelidiki tarikh, masih tetap bersandar kepada ilmu pengetahuan.”

Jurji Zaidan (Ahli Sejarah Kristiani) mengatakan :

“Setengah penulis yang bukan Islam, menuduh bahwasanya Muhammad menyiarkan agama dan keyakinannya ini lantaran mengharap kebesaran dan kemegahan dunia.
Kita tidak dapat menerima perkataan itu, karena tidak ada buktinya menurut dasar ilmu pengetahuan. Apalgi tarikh perjalanan hidup Muhammad cukup jelas menunjukan bahwasanya dia bekerja dengan ikhlas dan tulus. Tidak berani dia menyuruh orang banyak kedalam Islam, melainkan setelah dia sendiri yain benar lebih dulu akan kerasulan dirinya, bahwa memang dialah juga diutus Allah untuk menyampaikan seruan besar itu.

Kalau sekiranya tidak ada keyakinan yang demikian, tentulah tidak akan kuat dia menderita azab siksa dan halangan rintangan yang tiada berkeputusan daripada kaumnya. Sebelum dia diutus menadi Rasulullah, tetap dia seorang yang terhormat dan dibesarkan oleh kaumnya, karena budinya yang tinggi, turunannya dan kekayaannya sejak beristri Khodijah. Setelah pengajarannya itu barulah ahli Makkah mengancam dan menyakitinya, sehingga Bani Hasyim sendiripun dibenci orang, sebab Bani Hasyim adalah kaumnya. Mereka membuat permufakatan memboikot kaum itu, tidak mau mengikat perjanjian dengan mereka atau berhubungan pernikahan. Ditulislah perjanjian itu di atas kertas dan digantungkan di Ka’bah menjadi alamat bahwa janji itu sudah dimateraikan dengan kata suci. Sehingga lantaran itu bani Hasyim terpaksa menyisihkan dirinya keatas bukit tiga tahun lamanya. mereka tidak berani turun ke Makkah, kalau  bukan dengan cara sembunyi.

Yang berani keluar dari ikatan perjanjian itu adalah Abu Lahab, karena meskipun dia Bani Hasyim juga, dia pun turut memusuhi pengajaran Muhammad itu.

Dia teguh dan tahan menderita siksaan dari kaumnya, karena disampingnya ada pamannya yang menjadi keseganan orang banyak, yaitu Abu Tholib. Tetapi setelah pamannya itu mati, tidak juga mundur hatinya, malahan bertambah teguh lagi dari dahulu, padahal orang banyak sudah lebih berlantas angan membuat ganguan atas dirinya. Apalagi setelah mati pula istrinya Khadijah dan harta benda tempat bersandar taka da lagi. Kedua orang yang penting itu wafat 3 tahun sebelum Nabi pindah ke Madinah. Sejak orang berdua itu mati, orang sudah bertambah berlantas angan, tidak mengagak-ngagak lagi, terutama Abu Lahab, Al Hakam bin Al Ash, Uqbah bin Al Mu’ith dan lain-lain, dan semua adalah tetangga dan kaumnya jua. Pernah dia dilontar dengan batu, pernah disungkup dengan kotoran onta sedang dia sembahyang, pernah makanannya diberi najis.

Karena tidak sanggup lagi menderita siksaan demikian rupa, larilah Muhammad ke negeri Tha’if, mengharap di sana moga-moga akan bertemu orang yang sudi menolong dan membantunya serta percaya dengan seruannya. Maka tidaklah ada yang ditemuinya hanyalah penolakan dan penghinaan orang banyak jua, sebab itu diapun kembalilah pulang dengan tangan hampa. Sungguhpun begitu, selangkahpun tidak juga dia mundur daripada seruannya. Ahli Tha’if tidak cukup hanya sekedar menghinakannya, bahkan mereka suruh orang perisau dan budak-budak hina melemparinya dan memaki-makinya, sehingga dia diperdesak-desakan, hamper saja kejadian itu membahayakan bagi jiwanya. Akhirnya dia dapat meloloskan diri, dia bermohon kepada Allah dan dia pulang kembali ke Makkah. Sampai disana kebencian kaumnya lebig berlipat ganda juga dari dahulu.

Cobalah perhatikan halnya setelah dia kembali dari Tha’if itu. Semua orang, karib dan ba’id, jauh dan dekat telah benci kepadanya. Dan kalau sekiranya sudi dia beranjak daripada pendiriannya, akan berubahlah keadaan sebentar juga, dia akan dihormati kembali, akan didudukkan di dalam pergaulan mereka sebagai kedudukannyayang dahulu, dimuliakan dan dibesarkan. Tetapi dia tidak bernajak dari seruannya, tidak surut selangkah, sebab bukan megah dunia yang dicarinya.

Kalau bukanlah dia mempunyai kepercayaan yang teguh dan yakin akan kebenaran dakwah yang dibawanya itu, kalau bukanlah dia percaya sungguh dan yain bahwasanya sesungguhnya dia utusan Allah SWT, tidaklah akan lama dia dapat tahan menerima siksaan dan penderitaan yang hebat itu dari kiri kanannya.

Demikianlah keterangan, Jurzi Zaidan di dalam bukunya “Tarikh Kemajuan Islam”. Jurji Zaidan adalah pengarang Arab yang masyhur di zaman yang belum lama berselang, ahli Tarikh, penyelidik dan ahli ilmu, tetapi tetap memeluk agama Kristian, karena dia berasal dari Arab Kristian Negeri Syam.

Thomas Carlyle Mengatakan :

Saya amat suka kepada Muhammad, karena dia teguh pada pendirian, dia yang mendidik dirinya sendiri, tidak mau menyatakan barang yang tidak ada pada dirinya, dan sekali-kali tidak bertemu bekas ketakaburan dan kesombongan padanya, meskipun dia bukan pula hina. Dia sendiri yang menambal bajunya yang robek, dia  sendiri menjahit terompahnya. Dalam ketawadhuan itu, berani dia menyatakan kata yang benar kepada kisraParsi dan Kaisar Romawi. Dinyatakanya kepada mereka apa yang wajib mereka lakukan terhadap rakyat. Dia tahu hakikat sesuatu, bukan tahu kulit saja dari hidup di dunia. Dia melihat dan dia memeperhatikan akan sekalian kamalat dan kesempurnaan Allah, dan dia Insyaf akan kelemahan manusia.

Henri Masse ‘L” Islam” mengatakan :

Kalau sekiranya kita selidiki dan kita kupas kehidupan Rasulullah itu dengan secara ijmal, kita lihat bahwa dia mempunyai perasaan yang halus, senantiasa berfikir, mempunyai nafsiah yang pada batinnya penuh dengan kesedihan. Adapun hasil pendapatannya itu ialah bahwa dia percaya, Tuhan hanya satu, dan setelah kehidupan yang sekarang akan ada lagi kehidupan yang lain yang lebih kekal. Dia penyayang dan tulus, dia teguh memegang kepercayaan dan keyakinan. Lain dari itu dia adalah ahli hukum, di samping ahli siasat, dan ahli peperangan. Dia bukan seorang kepala pemberontakan, tetapi kepala suatu perubahan dan perdamaian.

LAURA VECCIA VAGLIERIE ‘APOLOGI DEL’ ISLAMISME

Adalah Muhammad kepala dari suatu kerajaan, sangat memperhatikan kehidupan bangsa yang dipimpinnya serta kemerdekaannya. Dihukumnya orang yang berani berbuat kesalahan menurut keadaan pada zamannya, serta menurut bentuk masyarakat kaumnya yang masih setengah liar. Nabi menyeru kepada satu agama yang mengakui Tuhan hanya satu. Di dalam menyeru itu dia seorang yang lemah-lembut dan santun, hatta kepada musuhnya sekalipun. Dirinya memiliki dua sifat yang semulia-mulianya yaitu adil dan penyayang.

DR. Syibli Syamil (Kristian-Arab)

Meskipun bagaimana duduknya perkara, namun saya mesti menjadi pembela Al Qur’an, saya mesti kagum  dengan orang yang dituruni kitab ini. Meskipun saya sendiri di luar dari golongan agamanya. Kebenaran adalah kepunyaan bersama, dan hikmat adalah kepunyaan seluruh orang mukmin, harus mereka jemput walaupun di mana terletaknya, dan membelanya adalah menjadi kewajiban atas tiap-tiap orang insaf.
Bagaimana saya tidak akan kagum dengan orang yang punya kitab ini (Muhammad), padahal manusia sudah sampai begitu kagum dengan seorang yang hanya seperti Napoleon saja, sehingga mereka katakan bahwa orang seperti Napoleon itu sudah di luar adat kebiasaan dunia. Sehingga kalau sekiranya kurang hati-hati ada yang mau mendakwahkan bahwa Napoleon itu tuhan. Dengan bukti kejadian itu nyatalah bahwa tabiat manusia itu suka sekali membesarkan penumpahan darah. Padahal apalah harganya seorang Napoleon dihadapan seorang Muhammad. Napoleon boleh kita katakan terletak dibumi dan Muhammad di bintang Surya. Bolehlah dibandingkan seorang muslih (pengubah) yang sejati dengan seorang penumpah darah ? bagaimana orang akan membandingkan seorang nabi begitu mulia, dengan seorang sebagai Napoleon yang mengorbankan segala tujuan pergaulan hidup untuk keuntungan dirinya sendiri. Hasil Revolusi Prancis yang mulia diruntuhkannya, dan di atas itu dia mendirikan satu kemuliaan buat dirinya seorang.

BARTHELEMY SAINT-HILAIRE Mengatakan :

Adalah Muhmmad seorang yang sangat bijak, seorang yang sangat teguh beragama, seorang yang sangat penyanyang dan santun.

GAUDEFROY DEMOMBYNES Mengatakan :

Kepintaran Muhammad menyabarkan hatinya dan sikapnya yang lemah lembut itu, serta pengaruh kenabiannya yang besar, semuanya cukup untuk mencapai segala maksudnya.

HANNA DAPENBRIT Mengatakan :

Bertambah diselidiki dengan sungguh-sungguh terutama di dalam riwayat-riwayat yang biasa dipegang, di dalam hal sifat-sifat Muhammad itu, maka bertambahlah nyata kerendahan budi orang-orang yang menjadi pencela Muhammad itu, seumpamanya Merxy dan Beridout, dan dari pengarang terkemudian ialah Federick Shelgil, yang melapangkan jalan mencela kepada Nabi. (Di dalam buku “I’tiqad Islam” karangan seorang ahli penyelidik Barat yang masuk Islam, bernama Abdullah Willem Couliam.)

VOLTAIRE Mengatakan :

Bila mana kita lihat pembawa-pembawa Syariat yang datang kedunia, kita dapati bahwasanya Muhammad mengembangkan agamanya dengan jalan sendiri, yaitu dengan penaklukan. Memang, meskipun hamper segenap agama itu dijalankan dengan api dan besi, namun tidak seorang juga yang merangkap dengan sikap gagah berani, sebagai Muhammad. Itulah kelebihan yang ada pada agama Islam, sehingga ketuhanan dapat dpertahankan seorang diri oleh orang sebagai Nabi ini.

EDWARD MONTET Mengatakan :

Dikenal Muhammad itu sebagai seorang yang tulus niatnya, lemah lembut dan insaf menjatuhkan hukum, mudah menyatakan fikiran dan menyelidiki.

SEDELIOUT Mengatakan :

Adapun budi pekerti Muhammad itu, mencapai kesempurnaan. Dia pemaaf akan musuh-musuhnya yang sebesar-besarnyapun, yakni sesudah menaklukkan negeri Makkah. Dia zuhud, tidak akan berselisih orang mengatakan bahwa dia tahan menanggung kekurangan pada dirinya sendiri di dalam harta benda dan kekayaan. Dilihat dan disaksikannya raja-raja lain dengan kebesarannya, dan dia sendiripun diakhir hidupnya sanggup kalau mau begitu, tetapi semuanya tidak sebuahpun yang dapat mempengaruhinya. Perkataannya didengar, perintahnya diturut, tetapi didlam melakukan semuanya itu mukanya tetap manis, baik terhadap orang tinggi atau orang rendah, terutama dalam bersoal jawab.

B. SMITH “Kehidupan Muhammad “ mengatakan ;

Muhammad adalah pendiri suatu umat besar, suatu kerajaan besar dan satu agama besar. Itulah satu kejadian yang belum pernah terdapat sebelum Muhammad, dan tidak pula akan terjadi lagi sesudanya, padahal dia seorang yang ummi, tidak pandai membaca dan menulis. Dia datang membawa satu kitab yang penuh dengan undang-undang syari’at, ibadat dan akhbar bangsa-bangsa.

GOUSTAV LE BON Mengatakan :

Kalau kita akan menaksir kebesaran seorang lantaran melihat bukti pekerjannya, maa mungkinlah kita berkata bahwasanya Muhammad itu, memang sebesar-besar manusia yang telah bertemu di dalam tarikh.

Itulah pandangan ahli-ahli sejarah termasuk yang non muslim tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW yang di tulis oleh Prof. DR. HAMKA.

PELECEHAN DAN PENGHINAAN TERHADAP MUHAMMAD RASULULLAH SAW

Walaupun berbagai fakta dan realitas mengakui akan keagungan Nabi Muhammad SAW, namun tetap saja ada segelintir orang yang karena kebenciannya melakukan berbagai upaya penolakan dan pengingkaran dan bahkan penghinaan tanpa dilandasi akal sehat.

Pelecehan dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW tidak hanya dilakukan pada masa sekarang dengan beredarnya film “INNOCENCE OF MUSLIMS” saja, Namun hal itu sudah muncul sejak dari masa Rasulullah SAW masih hidup.

Orang-orang kafir yang membenci Rasulullah SAW karena bodoh dan buta mata hatinya mereka tidak bisa melihat keagungan dan kemulyaan Nabi Muhammad SAW, padahal keagungan Beliau tidak hanya diakui oleh Allah SWT dan Ummat Islam sendiri, Namun oleh realitas dan sejarah yang telah mencacat hal itu., bahkan orang-orang kafirpun mengakuinya, namun tentunya mereka yang jujur dan obyektif 

Mereka orang-orang Kafir sejak masa Rasulullah SAW telah melakukan tuduhan-tuduhan bohong dan pelecehan terhadap Manusia Agung ini,  hal ini dicacat oleh Allah SAW di dalam Al Qur’an Al Karim.

ORANG KAFIR MENGANGGAP NABI MUHAMMAD SAW PERCAYA DENGAN SEMUA YANG DIDENGAR TANPA DISARING

Allah berfirman :

وَمِنْهُمُ الَّذِينَ يُؤْذُونَ النَّبِيَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah: "Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu". Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.(At Taubah : 61)

NABI DIANGGAP TUKANG SIHIR

Allah SWT berfirman :
أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَا إِلَى رَجُلٍ مِنْهُمْ أَنْ أَنْذِرِ النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ قَالَ الْكَافِرُونَ إِنَّ هَذَا لَسَاحِرٌ مُبِينٌ
“Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: "Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka". Orang-orang kafir berkata: "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata."(Yunus : 2)

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ*وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ*بَلْ جَاءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَ*إِنَّكُمْ لَذَائِقُو الْعَذَابِ الألِيمِ
“Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri.* dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?"* Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).* Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.(Ash Shaaffat: 35-38)

NABI DIANGGAP ORANG GILA

Allah SWT berfirman :

وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ * لَوْ مَا تَأْتِينَا بِالْمَلائِكَةِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ * مَا نُنَزِّلُ الْمَلائِكَةَ إِلا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوا إِذًا مُنْظَرِينَ * إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ* وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي شِيَعِ الأوَّلِينَ* وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ*

“Mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al Qur'an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila.* Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum kamu kepada umat-umat yang terdahulu.* Dan tidak datang seorang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.(Al Hijr : 6-11)

أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ*أَمْ يَقُولُونَ بِهِ جِنَّةٌ بَلْ جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ
“Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka, karena itu mereka memungkirinya? Atau (apakah patut) mereka berkata: "Padanya (Muhammad) ada penyakit gila." Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran.(Al MU’minun : 69-70)
ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوا مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌ

“kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata: "Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila.(Ad Dukhan : 13)

NABI DIANGGAP MELAKUKAN KEBOHONGAN DENGAN MEMBUAT AL QUR’AN

Allah SWT berfirman :

وَإِذَا بَدَّلْنَا آيَةً مَكَانَ آيَةٍ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُنَزِّلُ قَالُوا إِنَّمَا أَنْتَ مُفْتَرٍ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْلَمُونَ* قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ* وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ* إِنَّ الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ لا يَهْدِيهِمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja". Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui. Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa Ajam, sedang Al Qur'an adalah dalam bahasa Arab yang terang. Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Qur'an) Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih. (An Nahl : 101-104)

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلا إِفْكٌ افْتَرَاهُ وَأَعَانَهُ عَلَيْهِ قَوْمٌ آخَرُونَ فَقَدْ جَاءُوا ظُلْمًا وَزُورًا*وَقَالُوا أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلَى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلا*قُلْ أَنْزَلَهُ الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ إِنَّهُ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan orang-orang kafir berkata: "Al Qur'an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain"; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kelaliman dan dusta yang besar.* Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang."* Katakanlah: "Al Qur'an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(Al Furqon : 4-6)

وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ
“Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta".(As Sahood : 4)

NABI DIANGGAP ORANG YANG TERKENA SIHIR

Allah SWT berfirman :
وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا* وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا* نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُونَ بِهِ إِذْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ وَإِذْ هُمْ نَجْوَى إِذْ يَقُولُ الظَّالِمُونَ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلا رَجُلا مَسْحُورًا* انْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا لَكَ الأمْثَالَ فَضَلُّوا فَلا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلا

“Dan apabila kamu membaca Al Qur'an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup. * dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur'an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya. * Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan kamu, dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang-orang lalim itu berkata: "Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir". * Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar). (Al Isra’ : 45-48)

NABI DIANGGAP PENYA’IR & MENGGUNAKAN SIHIR

Allah SWT berfirman :
اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ* مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ* لاهِيَةً قُلُوبُهُمْ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَذَا إِلا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ* قَالَ رَبِّي يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِي السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ* بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلامٍ بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الأوَّلُونَ* مَا آمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَ

“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).* Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Qur'an pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main,* (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang lalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: "Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?"* Berkatalah Muhammad (kepada mereka): "Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".* Bahkan mereka berkata (pula): "(Al Qur'an itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus".* Tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebelum mereka; maka apakah mereka akan beriman?(Al Anbiya “ 1-6)

NABI BUKAN TUKANG TENUNG

Allah SWT berfirman :
فَذَكِّرْ فَمَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَلا مَجْنُونٍ*أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌ نَتَرَبَّصُ بِهِ رَيْبَ الْمَنُونِ*قُلْ تَرَبَّصُوا فَإِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُتَرَبِّصِينَ*أَمْ تَأْمُرُهُمْ أَحْلامُهُمْ بِهَذَا أَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ*أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ بَلْ لا يُؤْمِنُونَ

“Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila.* Bahkan mereka mengatakan: "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya".*Katakanlah: "Tunggulah, maka sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu".*Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?* Ataukah mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) membuat-buatnya". Sebenarnya mereka tidak beriman.( At Thur : 29 -33 )

NABI MENJADI BAHAN OLOK-OLOK

Allah SWT berfirman :
وَإِذَا رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلا هُزُوًا أَهَذَا الَّذِي يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمَنِ هُمْ كَافِرُونَ
Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan): "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?", padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah.( AL Anbiya “ 36)

Itulah tuduhan-tuduhan dan penghinaan orang-orang kafir yang membenci Rasulullah Muhammad SAW, Allah mengabadikannya di dalam Al Qur’an. Namun Rasulullah SAW mengahadapi semua penghinaan dan olok-olok itu sesuai dengan petunjuk Allah SWT.
Apakah dengan penghinaan-penghinaan itu Rasululah SAW bertambah hancur nama baiknya ? fakta ternyata justru berbicara sebaliknya. Nama dan keaguangan Rasulullah SAW semakin nyata, dengan kesabaran dan akhlak mulia yang ditunjukan oleh beliau dalam menghadapi semua itu justru menjadikan semua orang yang menghina dan memperolok-olok beliau akhirnya mengakui dan tunduk dibawah ajaran beliau.

Allah menyebutkan bagaimana sikap orang-orang kafir terhadap Rasulullah SAW tentunya ada hikmah dibalik itu semua, diantara hikmah itu adalah sebagai pelajaran bagi Ummat Islam untuk selalu siap mengahadapi munculnya orang-orang yang akan menghina Nabi Muhammad SAW. tentunya dengan sikap yang diajarkan oleh Allah kepada Rasul-Nya.

Mudah-mudahan orang yang membuat Film INNOCENCE OF MUSLIM” dan menggambar Kartun Nabi Muhammad serta menyebarkannya, cepat menyadari kesalahanya dan bertaubat kepada Allah. Saya mendukung semua upaya yang dilakukan semua pihak dalam rangka menghentikan peredarannya namun tentunya dengan cara-cara yang cerdas. Harus ada aturan Internasioanal yang melindungi penistaan Agama sehingga pekunya-pelakunya bisa diseret kepengadilan Internasional sebagai tindakan pelanggaran hak asasi manusia, dan pelanggaran hak beragama. Pemeluk Agama manapun tentunya tidak akan ada yang terima jika keyakinannya di hina dan dilecehkan.

Wahai kaum muslimin-muslimat diseluruh dunia bacakan salawat dan salam untuk Nabi Kita tercinta Muhammad Sollallohu’alaihiwasalam.

Akhirnya Saya serahkan semuanya kepada Allah, Allah lah yang lebih mengetahui bagaimana menghadapi orang-orang yang menghina dan memerangi Rasul-NYa dan juga Kekasih-Nya. Hasbunallah Wani’mal Wakil, Ni’mal Maula Wani’man Nasir.

Muhammad Muallif Al Jawi
Ciputat, 5 /10/12

Poskan Komentar