Sabtu, 27 Oktober 2012

Daging Qurban Untuk Non Muslim


Sempat ada sebuah iklan yang disebarkan melalui berbagai spanduk yang mengusung jargon “ Qurban Untuk Semua.” Terlintas dalam pikiran saya jika hal itu dimaksudkan untuk memperlihatkan karakter Islam yang Universal. Namun masih tersisa sesuatu yang menjadi pertanyaan dalam pikiran saya,  jika berbuat baik kepada orang non muslim selain memberikan daging qurban maka hal itu sudah maklum,  dalam ajaran Islam,  kita memang di anjurkan untuk berbuat baik dan adil kepada semua manusia, namun jika hal itu berkaitan dengan qurban dimana qurban itu merupakan ibadah mahdhoh yang tentunya hanya diperuntukkan bagi orang muslim, apakah memang dibolehkan diberikan juga kepada non muslim? Saya memang belum sempat membaca rujukan yang membahas masalah ini.

Dalam kesempatan lain Alhamdulillah saya sempatkan untuk menelaah penjelasan para ulama, namun baru sempat saya tulis sekarang. Inilah penjelasannya.

Imam An Nawawi menjelaskan :

(التاسعة) قال ابن المنذر أجمعت الامة على جواز اطعام فقراء المسلمين من الاضحية واختلفوا في اطعام فقراء أهل الذمة فرخص فيه الحسن البصري وأبو حنيفة وأبو ثور
“ (Kesembilan) Ibnu Al Mundzir berkata : Ummat bersepakat atas bolehnya memberikan daging qurban kepada orang faqir kaum muslimin,  dan mereka berbeda pendapat dalam masalah memberi makan orang-orang  faqir ahli dzimmi, dan yang memberikan Rukhsah (keringanan) dalam hal ini adalah Al Hasan Al Basyri, Abu Hanifah dan Abu Tsaur.”


* وقال مالك غيرهم أحب الينا وكره مالك أيضا إعطاء النصراني جلد الاضحية أو شيئا من لحمها وكرهه الليث قال فان طبخ لحمها فلا بأس بأكل الذمي مع المسلمين منه هذا كلام ابن المنذر ولم أر لاصحابنا كلاما فيه ومقتضى المذهب أنه يجوز إطعامهم من ضحية التطوع دون الواجبة والله أعلم.  )المجموع شرح المهذب (- (8 / 425(

“ Malik berkata : (pendapat) selain mereka (Al Hasan Al Basyri, Abu Hanifah dan Abu Tsaur.) lebih aku sukai. Imam Malik juga memakruhkan memberikan kulit hewan qurban atau sedikit dagingnya (kepada kafir dzimmi) dan Al Laits memakruhkannya, beliau berkata : jika dagingnya dimasak, maka tidak masalah dengan ikut makannya kafir dzimmi bersama kaum muslimin, ini adalah perkataan Ibnu Al Mundziri. Aku tidak melihat perkataan sahabat-sahabat kami (Syafi’iyyah) dalam masalah ini. Yang dikehendaki madzhab ini adalah boleh memberi makan mereka dari qurban sunnah bukan qurban yang wajib. Allah lebih mengetahui. (Al Majmu’ Syarah Muhazddzab).

Prof.DR. Wahbah Zuhaili menjelaskan dalam Fiqhul Islam Wa Adillatuha :


ويكره عند المالكية أن يطعم منها يهودياً أو نصرانياً. وأجاز الحنابلة إهداء الكافر من أضحية التطوع، أما الواجبة فلا يجوز إهداء الكافر منها شيئاً (1) .) الفقه الإسلامي وأدلته (- (4 / 282)

“ Makruh menurut Ulama Maliki memberikan daging qurban kepada Yahudi dan nasrani. Ulama Hambali membolehkan memberi orang kafir daging qurban sunnah, adapun qurban wajib maka tidak diperbolehkan memberi sedikitpun daging qurban kepada orang kafir.”(Fiqhul Islam Wa Adillatuha.)

Itulah sedikit penjelasan para Ulama semoga bermanfaat.

Ciputat, 26/10/12
M. Muallif




Poskan Komentar