Sabtu, 22 Oktober 2011

JARINGAN ULAMA TIMUR TENGAH DAN KEPULAUAN NUSANTARA ABAD XVII & XVIII

Sejauh ini, tidak terdapat kajian komprehensif tentang jaringan ulang Timur Tengah dan Nusantara. Meski terdapat kajian-kajian penting tentang beberapa tokoh ulama Melayu-Indonesia pada abad ke-17 dan ke-18, tetapi tak banyak upaya dilakukan untuk mengkaji secara kritis sumber-sumber pemikiran mereka, dan khususnya tentang bagaimana gagasan dan pemikiran Islam mereka transmisikan dari jaringan ulama yang ada dan bagaimana gagasan yang mereka transmisikan itu mempengaruhi perjalanan historis Islam di Nusantara. lebih jauh, ketika jaringan keilmuan itu sedikit disinggung, kajian-kajian yang ada lebih berpusat pada aspek " organisasional" jaringan ulama di Timur Tengah dengan mereka yang datang dari bagian-bagian lain
Dunia Muslim. Tidak ada kajian yang membahas " kandungan intelektual" yang terdapat dalam jaringan ulama tersebut. Padahal, kajian tentang aspek intelektual ini sangat penting untuk mengenahui bentuk gagasan dan ajaran yang ditransmisikan melalui jaringan ulama.

Kajian ini berupaya menjawab beberapa masalah pokok :
Pertama, bagaimana jaringan keilmuan terbentuk di antara ualama Timur Tengah dengan murid-murid Melayu-Indonesia ? Bagaimana sifat dan karakteristik jaringan itu ? Apakah ajaran atau tendensi intelektual yang berkembang dalam jaringan ?

Kedua, apa peran ulama Melayu-Indonesia dalam transmisi kandungan intelektual jaringan ulama itu ke Nusantara ? Bagaimana modus transmisi itu ?
Ketiga, apa dampak lebih jauh dari jaringan ulama terhadap perjalanan Islam di Nusantara ?
Berbeda dengan studi-studi yang ada tengang Islam di Indonesia pra abad ke-19, yang biasanya mendasarkan pembahasannya pada sumber-sumber Barat dan lokal, Azyumardi Azra berusaha semaksimal mungkin menggali dan menggunakan sumber-sumber berbahasa Arab. Tampaknya inilah buku pertama yang menggunakan sumber-sumber Arab secara ekstensif dalam pengkajian yang berkenaan dengan sejarah pembaruan pemikiran Islam di Indonesia.
Buku ini adalah edisi revisi yang lebih singkat dari disertasi Ph.D yang diajukan ke Departemen Sejarah, Columbia University, New York, pada akhir 1992. Karena itu, pembaca yang ingin memanfaatkan edisi lengkap karya ini, dipersilahkan melihat disertasi aslinya.
Disertasi ini sendiri merupakan hasil penelitian selama lebih dari dua tahun di berbagai tempat dan perpustakaan, ssejak dari Banda Aceh, jakarta, Ujung Pandang, Yogyakarta, Kairo , Makkah, Madinah, Leiden, New York City sampai ke Ithaca ( New York State ). Karya ini merupakan langkah awal dalam upaya menyelidiki sejarah sosial dan intelektual ulama dan pemikiran Islam di Indonesia, khususnya dalam kaitannya dengan perkembangan pemikiran Islam di pusat-pusat keilmuan Islam di Timur Tengah. Saya masih mempunyai obsesi untuk meneliti dan menulis tentang "jaringan ulama" pada abad ke19 dan ke-20 yang tidak tercakup dalam karya ini.

Buku ini atau tepatnya disertasi asli Ph.D, adalah buah dari amanah yang diberikan berbagai pihak kepada penulis untuk menempuh pendidikan doktoral di Columbia University sejak 1986. Disini penulis mengucapkan terima kasih khusus kepada pihak-pihak yang memberikan beasiswa kepada penulis : Ford Foundation, INIS dan Yayasan Supersemar ( untuk penelitian), dan AMINEF (Fulbright) untuk penulisan disertasi.

Juga terima kasih kepada Departemen Agama R.I, khususnya Menteri Agama (waktu itu H.Munawir Sjadzali, M.A) dan Dirjen Binbaga Islam ( waktu itu Drs. Zarkowi Soejoeti), dan pimpinan IAIN Jakarta, yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk belajar di Amerika Serikat, menyediakan bantuan finansial kepada keluarga penulis untuk mendapingi penulis di belantara beton Manhattan.

Dalam menempuh program studi doktoral hingga penyelesaian disertasi, yang selanjutnya menjadi buku ini, penulis banyak berutang budi kepada Professor William R.Roff dan Professor Richard W.bulliet. Tanpa bimbingan dan kesabaran mereka maka karya ini tidak sampai ke tangan pembaca. Selain itu terdapat banyak ahli di berbagai tempat yang tak dapat saya sebutkan satu per satu yang dalam satu dan lain hal turut menyumbangkan pikiran, saran dan kritik untuk penyempurnaan karya ini sejak dari perancangan hingga penulisan. Untuk itu saya ucapkan terima kasih setulus-tulusnya.

Rasa terima kasih saya haturkan pula kepada Penerbit Mizan, khususnya Haidar Bagir, Hernowo, dan Putut Widjanarko yang bersedia menerbitkan karya ini. Merekalah yang terus mendesak saya untuk menyelesaikan penggarapan buku ini ditengah berbagai kesibukan saya. Di sini saya tak bisa pula melupakan jasa baik Saudari Rahmani Astuti yang menerjemahkan sebagian besar buku ini dari teks aslinya dalam bahasa Inggris.

Akhirnya yang tak kurang sumbangannya dalam penyelesaian karya ini adalah keluarga penulis sendiri. Tanpa dukungan moral dan pengertian mendalam dari kedua orang-tua, isteri dan anak-anak penulis, karya ini sulit terwujud.

Ciputat 24 Ramadhan 1414/ 7 Maret 1994

Azyumardi Azra.

Tidak ada komentar: