Sabtu, 27 Desember 2014

KING SULAIMAN ATAU SULAIMAN AL QONUNI DISEGANI NEGARA-NEGARA EROPA

KING SULAIMAN ATAU SULAIMAN YANG AGUNG (THE MAGNIFICENT) ATAU SULAIMAN AL QONUNI adalah Raja DIMASA PUNCAK KEEMASAN TURKI USMANI, DISEGANI NEGARA-NEGARA EROPA. Beliau adalah salah satu penguasa di masa Turki Usmani yang naik tahta pada tahun 926 H/1520 M, beliau dikenal dengan Sulaiman I, ketika beliau diangkat, kerajaan turki Usmani dalam puncak kemegahannya dan konstantinopel sudah ditaklukkan. Beliau adalah seorang sultan yang gagah perkasa yang langsung memimpin perang-perang besar dalam berbagai penaklukan, sehingga beliau disegani oleh seluruh raja-raja di Eropa, Raja prancis Frans I dengan segala kerendahan hati memohon bantuan kepada beliau. Beliau dikenal dengan AL QONUNI "pembuat undang-undang" karena beliaulah yang menyempurnakan undang-undang Turki usmani yang sudah sangat luas kekuasaanya, beliau dikenal juga dengan ahli negara yang bijaksana sehingga ahli sejarah2 Eropa memberi gelar beliau dengan THE MAGNIFICENT " Yang Agung".

Dimasa beliau disusun armada angkatan laut Turki dibawah pimpinan Laksamana Khairudin Pasha atau Barbarossa. Ahli2 sejarah muslim lebih banyak menulis tentang beliau dalam soal2 peperangan, namun jasa beliau di dalam pembangunan dan kebudayaan juga tidak bisa dilupakan. Beliau juga menyukai keindahan. Pada tahun 1550 beliau membangun masjid yang besar yaitu MASJID SULAIMAN yang gubahnya lebih tinggi dari masjid AYA SOPIA, sebagai peringatan bagi kemenangan2 yg diperoleh beliau. Beliau juga membangun 81 masjid jami' yang lain, 52 masjid kecil, 55 madrasah untuk belajar agama, 7 asrama besar untuk belajar Al Quran, 5 Buah Takiyah yaitu tempat memberi makan fakir miskin, 2 buah rumah sakit, 7 buah surau untuk mempelajari cara menulis Al Quran, 7 buah jembatan,33 buah istana, 18 rumah pesanggerahan, 5 buah musium, 33 buah tempat mandi umum dan 19 buah gubah. Semuanya dikerjakan oleh hali arsitek terkenal Turki yaitu sinan. 

Namun sebagai orang besar beliaupun tidak luput dari kondisi internal keluarga beliau, dibalik layar terjadi perebutan kekuasaan.  Didalam tempat istri-istri beliau dan dayang-dayang istana. Seorang istri dengan anak2nya menimbulkan rasa permusuhan kepada istri dan anak2nya yang lain tentang siapa yang kelak akan menggantikan kedudukan ayahnya. karena munculnya kebencian di antara mereka dan semakin membara maka muncullah fitnah, atas pengaruh istri beliau yang berasal dari Rusia, putra beliau yang tertua yang bernama Mustafa yang diharapkan akan menggantikan beliau kelak akhirnya menjadi korban fitnah itu, dia mati dihukum bunuh karena difitnah hendak merebut kekuasaan ayahnya. 

Kebesaran Sultan Sulaiman Al Qonuni dan luasnya wilayah kekuasaan beliau tercermin dalam surat kepada Raja Perancis Frans - " saya sultan dari segala sultan, raja dari segala raja, pemberi mahkota bagi raja-raja, bayang - bayang Allah diatas muka bumi ini, sultan laut putih dan laut hitam, khakan dari dua daratan, raja romeria, anatolia karman, Rumawi, Zalkardia, Diabekir, Kurdistan,Azerbaijan, Parsi, Damaskus, Aleppo, Mesir, Makkah, Madinah, Al Quds dan Negeri-negeri Arab dan Yaman dan negeri-negeri Lainnya yang semuanya ditaklukkan oleh ayah-ayahku yang besar dan nenek moyangku yang mulia, semoga Allah memberi cahaya kuburan mereka...". Salah satu warisan peninggalan beliau yang masih diingat adalah sebuah mimbar di Masjidil Haram di Makkah yang terletak diantara sumur Zamzam dengan Makam Ibrahim (sebelum diganti dan dipindahkan) diatasnya tertulis ayat Al Qur'an surat An Naml Ayat 30 : { إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} [النمل: 30]. "Sesungguhnya ini dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi) nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” QS. An Naml: 30. Dan usia beliau Sulaiman Al Qonuni ditutup pada tahun 1556 M. (Disarikan dari tulisan HAMKA didalam Sejarah Umat Islam).

Film KING SULAIMAN ternyata hanya menyoroti sisi kehidupan Raja Sulaiman tentang kehidupan istri2 beliau dan terjadinya fitnah, itupun dinilai banyak kalangan tidak sesuai dengan nilai2 Islam dalam menampilkannya. Mestinya harus lebih ditonjolkan keberhasilan beliau dalam memimpin negara dalam membawa kejayaan umat Islam dimana Negara-negara barat bertekuk lutut di bawah kekuasaannya sehingga menjadi pelajaran bagi Umtas Islam supaya terus bangkit dan rebut kembali semua kemajuan dan peradaban yang pernah diraih.(Ditulis bada subuh 4 Robiul awal 1436 H atau 26/12/2014 oleh Alip)
Poskan Komentar